Archive for December, 2008

Begadang

Teruskan lirik di bawah ini :

Begadang, jangan begadang
Kalau tiada party-nya
Begadang boleh saja
Kalau ada peluknya

Advertisements

Disini masih banyak…

Dua orang rekan kerja, yang satu orang Papua dan yang lain orang Jawa, yang pertama bernama Lukas dan yang terakhir bernama Joko, sedang berada di atas KM Dobonsolo en route ke Jakarta dalam rangka urusan kantor.
Saat sedang bersantai di kafetaria, mereka bertemu dengan dua orang expat. Yang satu bule Amerika dan yang lain orang Jepang. Yang pertama bernama Mike dan yang lain bernama Masao.
Dua orang ini ternyata sudah sering keliling Indonesia Timur sebagai konsultan teknis perusahaan masing-masing, dan ternyata cukup fasih pula berbahasa Indonesia. Jadilah obrolan mereka berempat sangat lancar dan menyenangkan.
Melihat kedua orang Indonesia kehabisan rokok, Mike mengeluarkan satu slof Lucky Strike dari dalam ranselnya. Dengan senang hati Lukas dan Joko mencomot masing-masing satu bungkus. Setelah ia sendiri mengambil satu bungkus, Mike lalu membuang sisa kardus slof dengan isi-isinya, ke laut.
Lukas melongo, sedangkan Joko melirik sedikit lalu berlagak tidak heran.
Lukas : Lho Mike, itu slop masih ada isinya kenapa dibuang?
Mike : (kalem) Ah, itu di Amerika masih banyak.

Lukas mengernyit, kurang senang. Langsung malas bertanya lebih jauh. Ia melirik Joko, yang masih berpose biasa-biasa saja.
Diluar sepengetahuannya, ternyata Masao juga sedang mengernyit kurang senang. Yang bersangkutan lalu mengeluarkan Canon EOS Rebel XSi, sebuah kamera digital keluaran terbaru. Ia menawarkan untuk berfoto bersama. Mereka berempat pun berpose.
Setelah selesai, Masao lalu mengeluarkan kartu memori dari dalam kamera dan menyimpannya di tas. Kemudian, melempar kamera ke laut.
Lukas, Joko dan kali ini Mike juga, melongo.
Lukas : Lho lho itu kamera kenapa dibuang?
Masao : (super-kalem) Ah, itu di Jepang masih banyak.

Oke, ini sudah kelewatan. Batin Lukas. Ia menengok ke arah Joko, yang kali ini tidak lagi bisa memulihkan bengongnya.
Lukas tiba-tiba menarik tangan Joko, dan sebelum Joko sadar apa yang sedang terjadi, tubuhnya sudah dipanggul dan dilempar ke laut.
Kali ini Mike dan Masao yang melongo bego.
Masao : I-itu kenapa masnya dibuang ke laut?

Lukas : (kalem sangat) Ah, di Indonesia masih banyak orang Jawa…

Saya vs PLN

Prelude

Saya mengalami getaran inspirasi yang begitu hebat waktu membaca post Manusia Super a.k.a Mansup dan Amed tentang pelayanan listrik PLN di daerah mereka. Saya lalu teringat pengalaman pribadi saya yang sebenarnya sempat masuk daftar kejadian-kejadian yang ingin saya tuangkan dalam tulisan. Namun entri ini sempat mengalami degradasi nilai berita di mata saya, sampai kemudian saya membaca tulisan Mansup dan Amed tadi. Walaupun saya juga berminat dengan novel gratis sebagai hadiah sayembara yang diadakan Mansup, saya sadar bahwa dari segi lokasi, pengalaman saya ini tidak masuk dalam batasan tema yang digariskan.
Namun sesungguhnya saya sudah cukup puas bisa sekedar membagi pengalaman, dan tentunya menyuguhkan satu mangkok imajiner Rawon Setan untuk Jiwa. Mudah-mudahan bermanfaat.

Narasi

Ini kejadian dua bulan lalu, Oktober 2008. Seperti biasa, saya menjalani ritual 4 bulanan bayar rekening listrik. Kenapa harus menunggu 4 bulan, anda bilang ?

  1. Karena saya bisa™.
  2. Karena PLN tidak layak dibayari tepat waktu.

Mengetahui trend pemakaian listrik bulanan rumah kami yang berkisar antara 70 sampai 90 ribu Rupiah, saya sudah menyiapkan uang 400 ribu di kantong. Namun, setibanya di kasir saya langsung dibuat bengong : tagihan akumulatif 4 bulan terakhir adalah Rp. 633.650,-!!!
Setelah meminta printout, saya kembali melongo demi melihat angka 405.795 di bulan Agustus.

Klik untuk memper<i>kecil</i>

Klik untuk memperkecil

Terus mau diapakan?

Search Engine di Daftar Pustaka

Saya iseng membaca printout tugas individu seorang Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Universitas Cenderawasih, dan secara tidak sengaja menemukan kejanggalan pada Daftar Pustakanya. Ybs menaruh http://www.google.com sebagai salah satu entri! Ini bagi saya aneh bin ajaib bin Ali bin Abu Thalib dan kampungan maksa sekali. Tentu saja reaksi pertama saya seperti biasa adalah tertawa tersedu-sedu™.
Dalam pemahaman saya, kalau sekedar menaruh homepage search engine, itu sama saja dengan sekedar menaruh judul sebuah Koran, misalnya, padahal yang dijadikan rujukan adalah salah satu artikel dalam koran itu, edisi sekian-sekian, halaman sekian.
Menurut anda bagaimana?

Klik untuk memperkecil

Klik untuk memperkecil


Jangan-jangan bohongan ?

Snapshot of the Day (2)

Dia yang “berusaha untuk beda” :mrgreen:

ngantukk

Judul lagu: “Nina bobo”

pasca-ngantuk

Snapshot of the Day

zOOOM IN :

img_1706

ZOOOM OUT :

img_1708

Keterangan :
Pihak yang memasang papan nama, adalah juga pihak yang sama yang mengijinkan pembangunan rumah tersebut.

Keluarga Korban

Tokoh utama cerita ini bernama Lukas. Suatu hari terjadi tabrakan di jalan depan komplek dia. Pas sampe di tekape, ternyata sudah banyak sekali orang berkerumun, sampe-sampe radius 5 meter dari korban sudah penuh dengan pengerumun.
Lukas yang penasaran ingin melihat siapa sebenarnya korban tabrakan itu, dengan cerdik berteriak, “Minggir! Keluarga korban! Keluarga korban!”
Orang-orang pun dengan tahu diri segera menyingkir, memberi jalan kepada “keluarga korban”. Lukas, sambil senyum-senyum penuh rasa kemenangan, segera mendekati korban.

Setelah masuk jarak pandang, ternyata korban tabrakan itu adalah seekor babi.


WANTED


Fritzter D. Loki

DEAD OR ALIVE

β 666,000,000

Currently Peeking

Categories

December 2008
M T W T F S S
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031