Pemberdayaan

Ini sebuah urban legend di kota saya. Kebenarannya sudah pasti diragukan. Kejadiannya sudah lamaaa sekali, pada saat peresmian lokalisasi PSK Tanjung Elmo di Sentani, Jayapura. Alkisah beberapa tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutannya. Ada seorang tokoh adat pada waktu itu yang pidato singkatnya banyak dikenang hingga saat ini, walaupun nama beliau sendiri tidak ada yang tahu pasti. Pidatonya terpaksa singkat, karena konon ia sudah keburu diturunkan paksa dari panggung sebelum selesai bicara.

“Saya mengharapkan dengan dibukanya lokalisasi ini, pemerintah tidak lagi mendatangkan tenaga kerja dari luar, melainkan dapat memberdayakan anak-anak dan cucu-cucu kami…..”

Advertisements

18 Responses to “Pemberdayaan”


  1. 1 dnial November 28, 2008 at 12:30 am

    Sebenarnya apa sih yang harusnya dikatakan saat pembukaan lokalisasi?
    Memang di Papua sana Penduduk asli terlalu dipinggirkan sehingga peluang untuk menjadi PSK saja tertutup?

  2. 2 hawe69 November 28, 2008 at 9:37 am

    kalo ini cerita nyata, di upacara 17agustusan kemaren di komplek rumah temen..
    pak lurahnya baca teks proklamasi:
    ‘..blbla….atas nama rakyak indonesia, Soekarno’

    udah setop, soekarno aja.. gak ada hatta- nya.
    trus diteriakin warga rame-rame :’hatta-nya mana!!!”

  3. 3 lambrtz November 28, 2008 at 11:12 am

    Berarti biar semua PSKnya lokal ya? πŸ˜›

    @hawe69
    Kalo lokasinya di Jakarta, masukin Nguping Jakarta aja πŸ˜€

  4. 4 Fritzter November 28, 2008 at 1:58 pm

    @dnial
    halah πŸ˜† namanya aja MOP :mrgreen:

    @hawe69
    πŸ˜† weleh lurahnya minimalis πŸ˜€ .

    @lambrtz
    Karena beliau tokoh adat, mungkin berharap kalo warga kampungnya sendiri yang disitu dia bisa ganti oli gratis πŸ˜†

  5. 5 Catshade November 29, 2008 at 8:03 am

    Bahkan mungkin tetua adat itu berharap kampungnya bisa menjadi pengekspor PSK sampai ke mancanegara untuk menambah devisa πŸ˜†

  6. 7 Disc-Co November 30, 2008 at 7:02 am

    “Majukan pemberdayaan PSK di Jayapura!”

    Like that? πŸ˜›

  7. 8 itikkecil December 3, 2008 at 3:59 am

    mau bagaimana lagi??? yang saya dengar, pria sana lebih suka barang impor (baca : Jawa)

  8. 9 Catshade December 3, 2008 at 4:32 am

    mau bagaimana lagi??? yang saya dengar, pria sana lebih suka barang impor (baca : Jawa)

    *Menunggu konfirmasi Fritzter dan Jensen* πŸ™„

  9. 10 Fritzter December 3, 2008 at 6:18 am

    @itikkecil | Catshade
    Misinya “Perbaikan Keturunan”.
    Pada jaman orde baru, dalam semangat “kebanggaan menjadi orang Indonesia”, ada kebanggaan tersendiri bagi orang Papua jika bisa menikahi orang pendatang dan punya anak-anak yang “tidak terlalu hitam”. Banyak mahasiswa-mahasiswa Papua yang kuliah di Jawa, kembali dengan membawa istri.
    Tentu, ini pandangan yang sudah tereformasi sekarang. Kebanggaan ras dibumbui semangat separatis sudah semakin merebak sejak 1 Desember 2000. Preferensi terhadap “produk lokal” semakin terpromosikan.
    Efek negatifnya jelas : kesenjangan etnis semakin melebar. Tapi ada juga efek positifnya : tingkat pelecehan seks inter-rasial yang pada jaman orba begitu tinggi, sekarang menurun drastis. Tentu dengan beberapa pengecualian, misalnya kasus diatas :mrgreen: .

  10. 11 jensen99 December 3, 2008 at 4:15 pm

    @ itikkecil | Catshade

    Pada kontex prostitusi sperti entri ini, AFAIK adalah hal yang tidak umum bagi perempuan Papua tuk terjun ke dalamnya. Walhasil lokalisasi didominasi perempuan Jawa, sementara bar2 didominasi perempuan Manado. Dan memang tuk ‘rekreasi’, pasti nyari yang beda kan? :mrgreen:
    Pada kontex umum (membentuk keluarga) sebenarnya persentasenya sangat kecil, dan rasanya memang didominasi oleh mereka yang studi di perantauan. Motivasinya juga cinlok biasa, atau pertanggungjawaban atas kehamilan si cewek saja. πŸ˜‰

  11. 12 itikkecil December 4, 2008 at 6:55 am

    maksud saya juga dalam konteks prostitusi seperti di atas πŸ˜€ , bukannya hal yang umum πŸ˜€

  12. 13 Fritzter December 4, 2008 at 7:04 am

    @jensen

    Motivasinya juga cinlok biasa, atau pertanggungjawaban atas kehamilan si cewek saja. πŸ˜‰

    That’s AFAYK. Kalo cuma liat permukaan doang memang itulah kesimpulannya.
    Motivasi “sekedar pertanggungjawaban” itu kan masih bisa dipertanyakan. Dalam banyak kasus, kan “kecelakaan yang disengaja” itu justru paling dominan daripada yang benar2 kecelakaan.

  13. 14 edy December 5, 2008 at 2:49 pm

    Banyak mahasiswa-mahasiswa Papua yang kuliah di Jawa, kembali dengan membawa istri.

    mestinya kata banyak ga diikuti dengan repetitif
    ampuuun :mrgreen:

  14. 15 Rian Xavier December 5, 2008 at 11:40 pm

    memberdayakan anak-anak dan cucu-cucu kami….

    Benar2 menggelikan. :biggrin:

  15. 16 Fritzter December 6, 2008 at 2:31 pm

    @edy
    Euh? Ada grammar nazi Indonesia!! 😯

    @Rina Xavier
    Makasih :mrgreen:
    Rajin-rajin mampir ya πŸ˜€

  16. 17 och4mil4n December 6, 2008 at 2:48 pm

    Pada kontex prostitusi sperti entri ini, AFAIK adalah hal yang tidak umum bagi perempuan Papua tuk terjun ke dalamnya. Walhasil lokalisasi didominasi perempuan Jawa, sementara bar2 didominasi perempuan Manado. Dan memang tuk β€˜rekreasi’, pasti nyari yang beda kan? :mrgreen:

    yap. lokalisasi, bar-bar jarang ditemukan perempuan2 asli papua. ada yang mainnya dibawah tanah alias underground. seperti jadi mainannya bos2 disana. dan juga sex bebas anak muda tanpa pengetahuan yang cukup hingga perempuan2 papua itu bisa kena AIDS. selain kena dari suami2 mereka yg suka ‘jajan luar’

    Pada kontex umum (membentuk keluarga) sebenarnya persentasenya sangat kecil, dan rasanya memang didominasi oleh mereka yang studi di perantauan. Motivasinya juga cinlok biasa, atau pertanggungjawaban atas kehamilan si cewek saja. πŸ˜‰

    Hahahaha, Jogja banyak o. Satu kali pernah saat kumpul malam2 (tengah malam sebenarnya) sama anak2 blogger Jogja (Cah Andong), sempat lewat sebuah lokalisasi tenar disini (SARKEM), dan saya menyaksikan di sebuah warung remang2 daerah situ ada kumpulan anak2 Papua yang minum mabuk sambil karaoke 😈
    Ada yang larinya ke lokalisasi, ada juga yang nyari jodohnya di Jawa sini. Yah gak masalah kan… Kalo cinta maupun pertanggungjawaban πŸ˜‰ saya aja bawa pulang laki krn itu (perempuantakmaukalahdotkom)

  17. 18 Fritzter December 6, 2008 at 2:59 pm

    Nah, analisa saya yang tepat kan? :mrgreen:
    Eh ada update MOP lho πŸ˜‰
    .
    .
    .
    😯

    Oouugh komen ke-200!!!
    Ow yeahhh
    *kalungi bunga ke leher sendiri*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




WANTED


Fritzter D. Loki

DEAD OR ALIVE

β 666,000,000

Currently Peeking

Top Posts

Categories

November 2008
M T W T F S S
    Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930