Bagi Rata

Di suatu desa di salah satu Kabupaten terpencil di Papua, sedang digelar sosialisasi HIV/AIDS oleh KPAD. Ceritanya, sepanjang kegiatan ceramah itu sang kepala desa ketiduran. Saat moderator membuka sesi tanya-jawab, tiba-tiba kepala desa terbangun.
Setengah sadar, ia melihat kiri-kanan, mengingat-ingat apa yang terjadi sebenarnya. Begitu melihat spanduk “Sosialisasi HIV/AIDS”, dia langsung sadar. Celingukan lagi, dilihatnya belum ada warganya yang mengajukan pertanyaan. Sebagai seorang pemimpin, nalurinya memerintahkan untuk memberi contoh bagi warga. Ia pun mengangkat tangan.
“Ah, bapak kepala desa. Silahkan pak,” kata moderator, sambil memberikan mike.
“Ehem. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan,” kepala desa mulai bicara.
“Ada satu yang ingin saya himbau pada penyelenggara.
Dari pengalaman pembagian raskin bulan lalu, banyak warga yang tidak kebagian. Pembagian tidak merata.
Maka untuk kali ini, saya minta HIV/AIDS ini dibagi rata. Semua warga saya harus dapat!”
Advertisements

5 Responses to “Bagi Rata”


  1. 1 lambrtz November 28, 2008 at 1:57 am

    Euh…

    *garuk-garuk kepala*

    lha kok gitu??

  2. 2 Fritzter November 28, 2008 at 2:01 pm

    Kali aja dia kira HIV/AIDS itu merek sembako juga ๐Ÿ˜†

  3. 3 itikkecil December 3, 2008 at 3:57 am

    menunjukkan kalau sosialisasi yang dilakukan oleh KPA itu akhirnya hanya buang-buang uang ๐Ÿ™„

  4. 4 alexยฉ December 3, 2008 at 8:06 am

    Kocak juga itu kepala desanya …

    *cengir* :mrgreen:

    Tapi, mau tanya, benar nggak penyebaran HIV di sana termasuk tinggi seperti artikel George Junus Aditjondro “Dari Gaharu Ke Eksplosi HIV/AIDS Di Tanah Papua: Dampak Bisnis Tentara Di Negeri Bintang Kejora” itu? ๐Ÿ˜•

  5. 5 Fritzter December 3, 2008 at 9:18 am

    @itikkecil
    ๐Ÿ˜† Ini MOP lho. ๐Ÿ˜†

    @alex©
    Penyebaran HIV memang tinggi sekali. Apalagi di daerah2 pedalaman ekstrim dimana salah satu tuntutan adatnya adalah bagi pemuda akil baligh untuk melalui “ujian kedewasaan” yang salah satu bentuknya adalah kumpul bareng selusinan pemudi desa dalam satu honai.
    Belum lagi sehari-harinya tinggal satu gubuk dengan ternak babi.
    Tapi kalo sehubungan tulisan GJA itu, wah saya belum pernah baca tuh. Nanti deh ta’googling dulu :mrgreen: .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




WANTED


Fritzter D. Loki

DEAD OR ALIVE

β 666,000,000

Currently Peeking

Categories

November 2008
M T W T F S S
    Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930