Lidah…

Suatu hari nenek buang air kecil di toilet sederhana dalam rumah panggungnya. Toilet ini cuma terdiri atas lubang yang tembus langsung ke bagian kolong rumah yang pas pinggir kali. Maklum nenek yang sudah mulai pikun, di tengah-tengah kegiatan kencing itu beliau tertidur. Dalam posisi jongkok.
Sementara, sapi peliharaan kakek sedang mengair di pinggir kali. Sekonyong-konyong, si sapi merasa ada yang menetes-netes ke hidungnya. Tertarik dengan aroma asem-asin-aneh itu, dia pun mendongak. Ternyata bukan aromanya saja yang mengundang hasrat si sapi, namun rasa cairan yang nano-nano norak itu juga membuatnya ingin lagi-dan-lagi. Insting si sapi mengatakan bahwa cairan surgawi itu berasal dari atas. Iapun menyundul-nyundul lubang di lantai rumah di atas kepalanya, dengan lidah terjulur. Tanpa perjuangan berarti, sumber cairan roso!™ itupun ditemukannya. Walaupun tidak lagi mengalir, namun sumbernya ternyata masih lembab dengan sisa-sisa cairan. Si sapi pun dengan semangat PDI-Perjuangan mulai menjilat-jilat dengan antusias.
Nenek sontak terbangun. Beliau merasakan sensasi aneh. Sekali menoleh kebawah, disadarinya itu lidah sapi piaraan kakek. Namun sensasi itu kok makin terasa ‘dibuang sayang’. Tanpa disadari nenek malah terhanyut, tepekur dengan sensasi syurgawi itu..
Sementara, di ruang depan, kakek yang sedang menunggu kopi pesanannya, sudah mulai hilang kesabaran. Ia mulai memanggil-manggil nenek. Namun tidak ada jawaban. Kesal, dicarilah nenek ke sekeliling rumah. Kamar tidur, Dapur, kosong. Kamar mandi? Rupanya pintu tertutup. Ada sandal di depan pintu. Disini rupanya. Kakek pun menggedor-gedor dinding kamar mandi. Tetap tidak ada jawaban.
Kakek mulai dirundung cemas. Jangan-jangan nenek kenapa-kenapa…? Kakek pun menggedor-gedor pintu lagi, dengan lebih keras.
Kali ini sambil berteriak, “Neneeek!! Neneeek! Kamu tidak apa-apa??”
Nenek yang sejak tadi tidak mengacuhkan keributan diluar pintu kamar mandi, kali ini benar-benar merasa terganggu.
Beliau pun balas berteriak, “DIAAAAM!! Lidah Pendek!!”
Advertisements

19 Responses to “Lidah…”


  1. 1 itikkecil November 19, 2008 at 6:58 am

    jadi harusnya cari yang lidahnya panjang gitu?
    πŸ™„

  2. 2 jensen99 November 19, 2008 at 7:09 am

    hohoho, lidahnya si sapi bisa penetrasi ya? πŸ˜†

  3. 3 Fritzter November 19, 2008 at 8:07 am

    @itikkecil/
    😯
    Serius nih situ gak ngeh?

    @jensen
    Nah tuh ajarin itikkecil intisari dari Mop diatas! Dasar cabul!

  4. 4 alexΒ© November 19, 2008 at 2:41 pm

    Waduh…. ceritanya! πŸ˜†

    *ngakak guling2*

    beastialitynya sama sapi euyy.. πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†

  5. 5 Fritzter November 19, 2008 at 2:47 pm

    Yah kalo sudah usia lanjut memang pilihan semakin terbatas πŸ˜†

  6. 6 lambrtz November 19, 2008 at 3:53 pm

    *membayangkan kalau alih-alih sapi, adanya gajah*

    *atau badak*

  7. 7 Nazieb November 19, 2008 at 4:15 pm

    Gyahahaha…

    Nenek-nenek ganass!!

  8. 8 Ardianto November 20, 2008 at 2:01 am

    Lagi-lagi ngakak baca MOP… πŸ˜†

  9. 9 Amed November 20, 2008 at 6:45 am

    *gedubrak*
    *memaksakan diri tidak membayangkan…*

  10. 10 Fritzter November 20, 2008 at 9:53 am

    @lambrtz
    😯 that’s wild, dude!! Dasar cabul™!!
    πŸ˜†

    @Nazieb
    Ini yang disebut “Wredatama” πŸ˜† :mrgreen:

    @Ardianto
    Paling parah sport paru2 kalo pas lagi “Mop Battle” disini, dude.
    Sambung menyambung siksaan ketawanya πŸ˜† .

    @Amed
    Ya :mrgreen: . Emang cukup traumatis πŸ˜† .

  11. 11 och4mil4n November 20, 2008 at 11:25 am

    glek….

    *tertegun*
    *tercekat*

    mop dinasionalisasi gini bikin seleb2 dateng komen tuh.

    hebat.

    tapi tolong ka… nenek eee lidah sapi tu… masa kalah deng tete pu lidah tu… wakakakaak *ngakak guling2*

  12. 12 Amed November 20, 2008 at 12:16 pm

    OOT, ternyata saya komentator ke-100! Mana piring cantiknya????

  13. 13 Fritzter November 20, 2008 at 1:59 pm

    @och4mil4n

    mop dinasionalisasi gini bikin seleb2 dateng komen tuh.

    Eh? Pasti bukan karena mopnya. Emang kenalan saya aja yang seleb only πŸ˜† πŸ˜€ πŸ˜†

    @Amed
    *mencari-cari di dapur nenek roso!™*

    *dapet piring belepotan lendir sapi*

    *menyerahkan dengan takzim pada Amed*

    πŸ˜†

    *tulus* Ah terima kasih sudah rela mengunjungi blog saya sampe 100 kali

    😯 eh? *ada firasat baru saja nulis sesuatu yang bodoh*

    Pokoke makasidaaaaahh :mrgreen:

    All Hail Amed !!

  14. 14 maskoko November 20, 2008 at 3:00 pm

    *ngakak* bua…ha..ha… ending nya itu πŸ˜€

  15. 15 Fritzter November 20, 2008 at 3:04 pm

    Ya :mrgreen: .
    It’s all in the ending.

  16. 16 grace November 23, 2008 at 7:35 am

    astapilulo….
    dasar guyonan lelaki…
    *padahal tadi sempet nyengir juga sih*

  17. 17 agiekpujo December 17, 2008 at 10:13 am

    *julurin lidah depan cermin*

    Sukurlah, panjang juga. πŸ˜€

  18. 18 Fritzter December 17, 2008 at 2:40 pm

    Ah ya, berhub sapi tersebut baru saja disembelih buat kurban kemaren, sampeyan sono gih, ndaftar jadi cucu angkat πŸ˜†

  19. 19 nie December 18, 2008 at 1:30 am

    wahahahahahaha..jijay!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




WANTED


Fritzter D. Loki

DEAD OR ALIVE

β 666,000,000

Currently Peeking

Categories

November 2008
M T W T F S S
    Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930