Marah Terarah

Alkisah sepasang kakek dan nenek sedang marahan. Lebih tepatnya nenek yang sedang marah sama kakek. Mogok ngomong seharian. Sore hari, kakek yang sedih gara-gara didiemin sehari penuh, duduk bertopang dagu di tangga depan rumah panggung mereka.
Tak lama nenek keluar pintu rumah, hendak pergi menengok cucu. Setelah melewati kakek dengan dinginnya, sekilas dia menoleh ke belakang. Tidak lupa memasang pandangan dingin nan sinis. Namun tatkala pandangannya terantuk ke arah selangkangan kakek (yang terbuka lebar lantaran kakek mentangkring dengan hanya mengenakan sarung tanpa cawat, sedangkan sarungnya ngowoh ditiup angin), terenyuhlah hatinya, mendapati sesuatu yang layu disana…
Kontan nenek mengulurkan tangannya, membelai dengan lembut.
“Jangan sedih,” katanya.
“Nenek marah sama kakek, bukan sama kamu…
Advertisements

5 Responses to “Marah Terarah”


  1. 1 Ardianto November 19, 2008 at 1:58 am

    ampun…
    ada juga yang kaya gini ya? 😆

  2. 3 jensen99 November 19, 2008 at 7:02 am

    Ternyata kakek masih punya posisi tawar juga… :mrgreen:

  3. 4 och4mil4n November 20, 2008 at 11:26 am

    ahahahahahae… tidaaaak nenek juga punya perasaan untuk tidak marah ke yang *itu* 😀

  4. 5 Fritzter November 20, 2008 at 2:54 pm

    Ooow kalo yang itu memang insting yang mencegahnya marah :mrgreen: .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




WANTED


Fritzter D. Loki

DEAD OR ALIVE

β 666,000,000

Currently Peeking

Categories

November 2008
M T W T F S S
    Dec »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930